Search

Sekda Santai Tanggai Soal Kualitas Buruk Udara DKI

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta kembali mendapat predikat negatif. Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Greenpeace menunjukkan kualitas udara di Jabodetabek memasuki level tidak sehat melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah menanggapi santai laporan tersebut. Dia mengatakan, dua wilayah di Jakarta masuk nomisasi peraih Anugerah Adipura tahun 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Kedua wilayah itu adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

"Kita dapat Adipura nih Insya Allah tahun ini, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Salah satu item penilaian itu kan kualitas udara," katanya di Balaikota, Senin (31/7/2017).

Pemerintah DKI, kata Saefullah, tidak memakai hasil pemantauan Greenpeace sebagai tolak ukur penilaian. Sebab, DKI memiliki alat pantau udara sendiri.

"Tergantung metodologinya, kita percaya alat kita dulu. Ya mungkin jelek pada sore hari, tapi malam hari kan bagus lagi (udaranya). Pagi lumayan, siang kotor lagi udaranya. Kita lihat saja alat pantau udara kita kan ada," bebernya.

Sebelumnya, juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu dalam keterangan tertulisnya mengatakan hasil pemantauan ini sama dengan hasil pemantauan udara yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Menurut dia, pemantauan di wilayah Jakarta Pusat, misalnya, udara dengan kualitas yang baik hanya kurang dari 20 hari selama semester pertama. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Jakarta Selatan.

Hal ini pertanda buruk bagi penduduk Jakarta, serta masyarakat luar Jakarta yang banyak beraktivitas di Ibu Kota. Konsentrasi polutan PM2,5 yang tinggi, lanjut Bondan, sangat berbahaya bagi masyarakat khususnya kelompok sensitif, seperti anak-anak, ibu hamil, dan kelompok lanjut usia.[jat]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Sekda Santai Tanggai Soal Kualitas Buruk Udara DKI : http://ini.la/2394705

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Sekda Santai Tanggai Soal Kualitas Buruk Udara DKI"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.