Search

Penghuni Kalibata City Protes Pencopotan Bendera

INILAHCOM, Jakarta - Managemen Apartemen Kalibata City diduga mencopot bendera merah putih yang dipasang salah satu penghuninya jelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Jumat besok.

Kejadian ini diduga terjadi Kamis sore tadi. Dugaan ini muncul setelah sebuah video yang berisi komplain seorang penghuni perempuan kepada seorang kepala sekuriti apartemen Kalibata City. Video ini beredar luas di media sosial.

Peristiwa pengeluhan seorang ibu itu direkam kamera amatir. Dalam video terlihat ada seoramg ibu berjilbab kuning tengah berdebat meminta pertanggung jawaban pihak managemen terkait pencopotan bendera Merah Putih itu.

"Masuk ke unit udah gitu nyuruh bendera merah putihnya di copot. Yang nyopot bapak-bapak tadi. Bukan saya loh. Gak bisa gini," keluh ibu pemilik unit ke petugas sekuriti.

"Bukan seperti itu, saya Ini kan jalani perintah," kata sekuriti.

Seorang warga lain pun ikut menimpali. Ia meminta jika memang ada yang memerintahkannya untuk mencopot untuk dapat mempertanggungjawabkan.

"Bapak ini siapa? Iya siapa yang suruh? Suruh datang kesini," timpal warga pria berkumis dengan kaos hitam.

"Ini dicopot loh pak (sambil menunjukkan bendera merah putih yang sudah terlipat rapih). Makanya panggil orang yang perintahkan bapak ke sini," sambung bapak tadi.

"Pak Agung saksinya (menunjuk seorang sekuriti. Yang copot siapa pak, (pak Arie jawab sekuriti) ya, itu dicopot pak Ari, bukan saya," sergah ibu berjilbab pemilik unit.

"Unit saya di terobos masuk sama pengelola untuk dicopot benderanya. Gak bener ini. Orang saya pasang bendera merah putih kok. Kalau ada saya di unit saya enggak akan izinin orang buat copot bendera ini," tambah ibu itu.

"Kalau ada saya di unit, saya tidak akan izinkan siapapun mencabut bendera saya," tegasnya.

Sang sekuriti pun terlihat diam pasrah jadi bulan-bulanan emosi warga yang menamparnya dengan kata-kata. Ia diminta mendatangkan penanggung jawab.

"Yang bikin masalah kan bukan kami warga, tapi pengelola. Sini dong hadapi warga," kata ibu pemilik, ngotot.

"Bapak ini siapa panggil orang yang suruh. Saya gak ada urusan sama bapak, saya urusan sama yang nyuruh bapak," timpal bapak berkaos hitam tadi.

"Saya juga cuma pengen tanya, ini kenapa bendera saya dicopot. Kenapa," timpal ibu pemilik unit.

Emosi warga yang ada dilokasi memuncak usai si petugas tak bisa menjawab atas dasar apa pihaknya melarang.

Diketahui, memasang bendera negara jelang peringatan 17-an sudah menjadi tradisi menahun.

Berdasarkan Pasal 7 Ayat (3) Undang-undang Nomor 214 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan disebutkan, bendera negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus.

"Bendera negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri" [ton]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Penghuni Kalibata City Protes Pencopotan Bendera : https://ift.tt/2OGLVW1

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Penghuni Kalibata City Protes Pencopotan Bendera"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.