Search

Maghfiroh Dibotaki dan Dipukul Majikan

INILAHCOM, Jakarta - Seorang Assisten Rumah Tangga (ART) bernama Maghfiroh jadi korban persekusi oleh majikannya bernama EA. EA menuduh Maghfiroh mencuri akhirnya belaku kasar ke janda berumur 28 Tahun dengan Dua Anak ini.

Berdasarkan keterangan Junaedi, adik kandung Maghfiroh, kejadian ini bermula saat Maghfiroh bekerja di keluarga EA pada medio Juli 2018. Maghfuroh masuk ke rumah EA melalui agen ketenagakerjaan Yayasan Citra Kartini Yang beralamat di Jl. Kucica Sektor 9 Bintaro.

"Baru bekerja selama satu minggu di rumah EA di Kebayoran Residence, Jakarta selatan, kakak saya meminta dipulangkan. Permohonan ini dia sudah sampaikan pada agennya dari pihak yayasan yang bernama Agit. Disebabkan terjadi perlakuan sangat kasar. Dengan dibentak dan dihina dengan umpatan mulai dari binatang hingga yang bernada SARA," katanya di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Karena situasi yang makin tak kondusif dan janji yayasan untuk menjemput malah ditanggapi saran agar terus bertahan. Maka Maghfiroh memutuskan untuk melarikan diri.

Pada tanggal 10 Agustus sekitar pukul 18:00 WIB. EA bersama dua orang dan satu orang supir datang ke kediaman orang tua Maghfiroh didaerah Parung Panjang Desa Jaga Baya. Maghfiroh memang masih tinggal bersama orang tuanya pasca perceraian.

"Kedatangan EA sendiri disambut ramah oleh orang tua kami awalnya dia ramah. Bahkan berbincang dengan keluarga dan menyapa dua-anak Maghfiroh yang masih berusia balita. 3 tahun dan 2 tahun. Sambil menunggu Maghfiroh yang saat ini sudah bekerja sebagai penjahit di konveksi. Di daerah Ruko Permata Parung Panjang," bebernya

Akhirnya karena tidak sabar menunggu EA minta diantarkan langsung ke tempat kerja Maghfiroh yang berada di Ruko Permata tersebut. Sesampainya di ruko tempat kerja Maghfiroh dan ketika bertemu langsung dengan Maghfiroh. EA langsung memulai aksi persekusi dan intimidasi.

"Pas ketemu dia nanya "Ngambil apa kamu dari rumah saya?" ke Maghfiroh. Karena tidak merasa membawa apapun yang dituduhkan itu Maghfiroh menyanggah," ujarnya.

Saat itu juga terjadi pemukulan penoyoran Maghfiroh di hadapan orangtuanya. Menyaksikan anaknya diperlakukan kasar. Ayah Maghfiroh mencoba untuk melerai sambil memperingati Alvino agar tidak memperlakukan Maghfiroh secara kasar.

Saat melakukan persekusi EA dibantu oleh dua orang lain. Satu di antaranya bernama S Satpam dari Komplek kebayoran residence.

"Setelah itu Maghfiroh diseret keluar dari komplek dan masih dengan menolak dan Maghfiroh diculik dan langsung dimasukan ke dalam mobil," ungkapnya.

Masih di daerah sekitar Parung Panjang. Tidak cukup diintimidasi, ternyata EA meminta supir menghentikan mobilnya dan kemudian menyeret kembali saudari Maghfiroh ke depan tukang cukur dan meminta mencukur Maghfiroh.

"Atas perintah EA itulah Maghfiroh dicukur hingga botak. Ini tentu saja membuat malu," ujarnya.

Kemudian Maghfiroh di seret kembali kedalam mobil dan dibawa ke komplek Rumah EA dibilangan Kebayoran Residence. Dengan maksud dikonfrontasi kepada salah satu karyawan rumah tangga di rumah EA yang menurutnya kehilangan uang sejumlah Rp1,5 juta.

Di dalam perjalanan itu, kata Junaedi Handphone milik Maghfiroh di rampas. Entah dengan maksud apa hanphone yang bukan berjenis Smartphone itu harus dikuasai oleh saudara Alvino.

Selesai di interogasi di rumah EA. Dan Karena tidak mengakui tuduhan yang dimaksud. Maghfiroh kemudian Dibawa ke pos keamanan.

"Di dalam pos keamanan. Beberapa satpam menurut Maghfiroh melihat langsung dia diperlakukan sewenang-wenang. Diantaranya masih di toyordan di pukuli juga di cubit hingga berbekas. Bahkan dengan maksud mempermalukan Maghfiroh dengan tujuan memposting Kondisi saudari Maghfiroh ke sosial media," ujarnya.

EA berupaya memotret namun karena ditampik terjadi kembali kekerasan. Dan sambil berkata merendahkan dan menistakan kepercayaan Maghfiroh "Katanya Elo Punya Allah. Kok elo masih bisa ketangkep sama gue" ujar Alvino.

Karena tak juga mengakui dan menuruti kemauan EA kemudian Maghfiroh diseret kembali ke Polsek Pondok Aren. Seolah sudah dihadapkan untuk membuat BAP. Atau dalam kondisi terperiksa. Seorang polisi yang berada di Polsek itu yang bnama Nasir juga diduga melihat kembali beberapa pemukulan dan pemaksaan dengan kekerasan.

Setelah dari Polsek Pondok Aren. Maghfiroh diseret kembali ke Pos Satpam Komplek Kebayoran Residence. Kemungkinan dimaksud untuk dititipkan menunggu langkah dari EA. Namun tidak terlalu lama karena kemudian Maghfiroh kemudian dibawa ke Yayasan Citra Kartini Jl. Kucica Sektor 9 Bintaro Jaya. Sekitar pukul 12 malam.

"Jam 2 pagi tanggal 11 Agustus 2018 kami dapat mendeteksi keberadaan Maghfiroh. Kami pulang korban dan kemudian divisum. Dalam keadaan lemah tak berdaya dan hanya bisa menangis juga dalam kondisi lapar karena tidak makan dan diasupi makanan," tandasnya.

Pihak keluarga mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Parung pada 11 Agustus 2018. [rok]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Maghfiroh Dibotaki dan Dipukul Majikan : https://ift.tt/2LevMVD

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Maghfiroh Dibotaki dan Dipukul Majikan"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.