INILAHCOM, Jakarta - Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI, Yusmada Faizal malah mempertanyakan bagaimana yang dimaksud dengan jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jakarta tidak ramah disabilitas.
"Saya minta pendapat, supaya JPO itu ramah bagaimana? Di bikin lift, lalu tempatkan lift dimana, ditaruh dimana? Saya minta pendapatnya. Setelah lift jadi, siapa yang mengoperasikan itu. Semua itu harus dipikirkan," katanya, Kamis (9/11/2017).
Menurut dia, niat itu nanti bertahap karena di luar negeri juga tidak semua JPO pakai lift yang umumnya berkaitan angkutan massal. Namun, pihaknya berharap seperti JPO di depan Capitol akan diadakan lift tapi ada CSR (coorporate sosial responsibility) dari gedung itu yang memeliharanya.
"JPO itu hanya pemeliharaan dulu. Semua yang ada ini, sebesar mungkin. Setelah itu pengadaan baru. Lalu, yang sifatnya eskalator atau apa, yang berkaitan dengan angkutan massal dulu lah. Orangnya banyak. MRT pasti, busway," ujarnya.
Ia mengakui memang saat ini JPO belum ramah disabilitas, tapi yang terpenting sekarang fokus ke pengamanan dulu karena sudah berjalan dan pemeliharaan itu tidak kelihatan supaya dia fungsional. Sementara, kalau menambah eskalator harus bicara prioritas titik mana saja.
"Masa JPO Lenteng Agung ada eskalator, itu kan nggak lucu. Paling tidak, semacam stasiun, JPO menggunakan eskalator, ya wajar dong. Kalau yang akan dibangun belum ada, tapi yang lewat pengembang itu ada seperti di Basura itu pakai CSR. Tapi, kalau pemeliharaan sudah ada seperti JPO di Kanal Barat, Kalibaru," tandasnya. [ton]
Baca Kelanjutan Kadis Bina Marga DKI Pertanyakan Konsep JPO Ramah : http://ini.la/2417138Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kadis Bina Marga DKI Pertanyakan Konsep JPO Ramah"
Posting Komentar