Search

Pasar Keuangan Global Jenuh Jual, Harga SUN Rebound! - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah berbalik (rebound) menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (29/1/2020) seiring dengan meredanya tekanan jual di tengah kekhawatiran terhadap virus corona Wuhan yang masih membayangi pasar keuangan sepekan terakhir.Dapat dikatakan bahwa penguatan tidak diiringi dengan sentimen yang kuat dan cenderung mengindikasikan adanya jenuh jual di pasar mengingat koreksi yang sudah terjadi cukup dalam dalam waktu pendek, yaitu sepekan.Naiknya harga surat utang negara (SUN) itu tidak senada dengan koreksi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara lain.

Data Refinitiv menunjukkan menguatnya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield). Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan keuntungan yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0081 bertenor 5 tahun, FR0082 bertenor 10 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun, dan FR0083 bertenor 20 tahun. Seri acuan yang paling menguat adalah FR0082 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 9,4 basis poin (bps) menjadi 6,68%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

 

 

Yield Obligasi Negara Acuan 29 Jan'20

Seri

Jatuh tempo

Yield 28 Jan'20 (%)

Yield 29 Jan'20 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar PHEI 28 Jan'21 (%)

FR0081

5 tahun

6.126

6.054

-7.20

6.0576

FR0082

10 tahun

6.774

6.68

-9.40

6.6959

FR0080

15 tahun

7.191

7.155

-3.60

7.147

FR0083

20 tahun

7.382

7.337

-4.50

7.3547

Sumber: Refinitiv

 

Penguatan SBN hari ini juga membuat selisih (spread) yield obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan yield surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 502 bps, menyempit dari posisi kemarin 513 bps. Yield US Treasury 10 tahun berbalik naik 1,5 bps hingga 1,65% dari posisi kemarin 1,64%.

Terkait dengan pasar US Treasury, saat ini masih terjadi inversi pada yield pasangan seri 3 bulan-5 tahun. Inversi adalah kondisi lebih tingginya yield seri lebih pendek dibanding yield seri lebih panjang.

Inversi tersebut membentuk kurva yield terbalik (inverted yield curve), yang menjadi cerminan investor yang lebih meminati US Treasury seri panjang dibanding yang pendek karena menilai akan terjadi kontraksi jangka pendek, sekaligus indikator adanya potensi tekanan ekonomi bahkan hingga krisis.

Yield US Treasury Acuan 29 Jan'20

Seri

Benchmark

Yield 28 Jan'20 (%)

Yield 29 Jan'20 (%)

Selisih (Inversi)

Satuan Inversi

UST BILL 2019

3 Bulan

1.572

1.582

3 bulan-5 tahun

10.3

UST 2020

2 Tahun

1.458

1.465

2 tahun-5 tahun

-1.4

UST 2021

3 Tahun

1.446

1.454

3 tahun-5 tahun

-2.5

UST 2023

5 Tahun

1.466

1.479

3 bulan-10 tahun

-7.4

UST 2028

10 Tahun

1.641

1.656

2 tahun-10 tahun

-19.1

Sumber: Refinitiv

 

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.091,26 triliun SBN, atau 39,23% dari total beredar Rp 2.781 triliun berdasarkan data per 27 Januari.

Angka itu menunjukkan kepemilikan investor asing masih keluar dari pasar SUN senilai Rp 760 miliar sejak akhir pekan lalu, sedangkan sejak awal bulan dan awal tahun masih surplus Rp 29,4 triliun.

Dari pasar surat utang negara berkembang dan negara maju, koreksi harga terjadi secara luas sehingga yield mayoritas obligasi negara naik.

Hal tersebut mencerminkan investor global sedang menghindari obligasi pemerintah karena sedang dibekap sentimen positif terkait dengan sifat instrumen utang yang dinilai lebih aman dibanding pasar ekuitas.

 

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 28 Jan'20 (%)

Yield 29 Jan'20 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil (BB-)

6.725

6.715

-1.00

China (A+)

3.053

3.05

-0.30

Jerman (AAA)

-0.384

-0.379

0.50

Prancis (AA)

-0.093

-0.09

0.30

Inggris Raya (AA)

0.553

0.544

-0.90

India (BBB-)

6.575

6.587

1.20

Jepang (A)

-0.038

-0.033

0.50

Malaysia (A-)

3.158

3.16

0.20

Filipina (BBB)

4.579

4.589

1.00

Rusia (BBB)

6.24

6.27

3.00

Singapura (AAA)

1.656

1.637

-1.90

Thailand (BBB+)

1.385

1.375

-1.00

Amerika Serikat (AAA)

1.641

1.656

1.50

Afrika Selatan (BB+)

9.09

9.085

-0.50

Sumber: Refinitiv

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(irv/tas)

Let's block ads! (Why?)



"harga" - Google Berita
January 29, 2020 at 11:56AM
https://ift.tt/2tQjrEC

Pasar Keuangan Global Jenuh Jual, Harga SUN Rebound! - CNBC Indonesia
"harga" - Google Berita
https://ift.tt/2JQM9Kf
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Pasar Keuangan Global Jenuh Jual, Harga SUN Rebound! - CNBC Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.