Search

Kandungan Mi Instan Ini Bikin Harganya 'Terbang' - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia 'digegerkan' kabar bahwa harga mi instan berpotensi naik tiga kali lipat. Namun, pihak produsen menganggap hal tersebut terlalu berlebihan.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) pun angkat suara terkait isu tersebut. Direktur INDF Franciscus "Franky" Welirang tak menampik harga mi instan naik, tapi Franky mengatakan naiknya tidaklah berlebihan seperti yang dikhawatirkan.

Menurutnya, kenaikan mi instan disebabkan harga gandum yang sudah naik hingga 68% sejak 2021 akibat gangguan panen di sejumlah negara pemasok seperti AS dan Kanada. Pada 2022, harga gandum kembali naik gara-gara pecahnya perang Rusia dan Ukraina.


Hanya saja, menurut Franky, kenaikan harga gandum bukanlah penyebab utama kenaikan harga mi instan. Apalagi, tuturnyaa, jika diprediksi mi instan bakal naik harga hingga 3 kali lipat.

"Kita bedah. Ini, apakah terigu 100%? Kita kupas cost-nya. Ini nilon (plastik nilon untuk kemasan mi instan), mahal nih. Ada minyak goreng, ada bawang goreng. Ada juga bumbu, ada lada, ini macam-macam, ada cabe. Nah, yang ini kemarin naik dari 30 ribu ke 100 120 ribu kamu nggak ribut kan?," kata Franky kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Dari satu bungkus mi instan ukuran 65 gram, jelasnya, mengandung beragam komponen yang kemudian membentuk harga.

"Ini 65 gram, ada minyak gorengnya loh. Diproses. Berapa minyak goreng terserap? Sisanya baru terigu. Kalau harga terigu naik 500 perak sekilo, jadinya berapa duit? 1 kg itu 1.000 gram loh, ini 65 gram. Kalau 1 kg bagi 65 gram katakan jadinya 15 pcs. Jadi, mau gimana bisa naik 300%?," kata Franky.

Jika mengacu Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga tepung terigu per 31 Desember 2021 tercatat naik 6,12% dari Rp9.800 per kg di 4 Januari 2021 menjadi Rp10.400 per kg.

Sementara itu, harga per 11 Agustus 2022 tercatat melonjak 17,31% dari Rp10.400 per kg di 4 Januari 2022 menjadi Rp12.200 per kg.

Jika mengacu tradingeconomics, harga gandum di sesi perdagangan siang (Jumat, 12/8/2022 pukul 13.26 WIB) bertengger di US$8,05 per bushel. Sebelumnya, harga gandum sempat cetak rekor pada 17 Mei 2022 di US$12,77 per bushel.

Pada 7 Maret 2022, harga gandum sempak melonjak ke US$12,52 per bushel, kemudian turun melandai hingga rekor lagi di 17 Mei 2022.

Sebelum 22 November 2021, harga gandum dunia sejak tahun 2019 selalu bertengger di bawah US$8 per bushel.

Sementara, harga CPO dunia sejak awal tahun 2022 juga cetak rekor beruntun. Tertinggi pertama mencapai 7.074 ringgit per ton di 9 Maret 2022. Kemudian turun dan kembali rekor lagi ke 7.104 ringgit per ton di 29 April 2022.

Saat ini, harga CPO dunia berfluktuasi di kisaran 4.407 ringgit per ton.

"Dan, nggak aladin. Semua ada waktu. Tergantung kontraknya kapan," tukas Franky.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang memperingatkan harga mi instan bisa naik 3 kali lipat. Mentan mengatakan, hal itu sebagai akibat efek domino perang Rusia-Ukraina.

Franky mengatakan, pernyataan Mentan tersebut harus dimaknai positif agar waspada dengan harga pangan.

Hanya saja, dia pun balik mewanti-wanti, pernyataan tersebut bisa memicu perilaku spekulan.

"Itu bisa memicu pedagang berspekulasi. Karena itu saya katakan mungkin 3 kali lipat itu berlebihan. Karena nggak wajar dalam posisi itu," pungkas Franky.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Heboh Harga Mi Instan Naik 3x Lipat, Bos Indofood: Berlebihan


(luc/luc)

Adblock test (Why?)



"harga" - Google Berita
August 13, 2022 at 06:20AM
https://ift.tt/UugnNsf

Kandungan Mi Instan Ini Bikin Harganya 'Terbang' - CNBC Indonesia
"harga" - Google Berita
https://ift.tt/3aHU0LJ
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Kandungan Mi Instan Ini Bikin Harganya 'Terbang' - CNBC Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.