Search

Harga Bitcoin Meroket Terus, Ada Ramalan Seram di Baliknya - detikFinance

Jakarta -

Harga bitcoin belakangan terus meroket. Bahkan, harga mata uang digital ini diprediksi akan mencapai US$ 1 juta setara Rp 14 miliar (kurs Rp 14.055) untuk jangka panjang. Uang kripto tersebut pun diprediksi akan menjadi mata uang cadangan dunia.

Namun, ada ramalan serem dibalik kemilau bitcoin seperti yang dibeberkan oleh profesor ekonomi Nouriel Roubini. Dia mengatakan lonjakan harga bitcoin disebabkan manipulasi yang dilakukan sedemikian rupa.

"Pandangan saya (harga bitcoin) melonjak karena ada manipulasi besar-besaran," kata dia dikutip detikcom dari saluran YouTube Bloomberg, Jumat (19/2/2021).

Sebagai contoh manipulasi yang dilakukan adalah skema pump and dump. Sederhananya, praktik itu dilakukan oleh individu atau sekelompok orang yang ingin menghasilkan keuntungan dengan memompa aset ke pasar. Itu dilakukan dengan pembelian koin dalam jumlah besar untuk mendorong permintaan dan harga bitcoin pun naik.

Kemudian, mereka melepaskan aset dengan harga yang lebih tinggi untuk memperoleh laba atas investasi yang tinggi. Dan masih banyak lagi skema manipulasi yang membuat harga bitcoin melonjak.

"Pada dasarnya bitcoin bukanlah mata uang, itu bukan unit akun, itu bukan alat pembayaran yang terukur, bukan penyimpan nilai yang stabil," sebutnya.

Bahkan, lanjut dia, bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran karena volatilitas yang dapat menggerus nilai bitcoin itu sendiri.

"Jadi ini bukan mata uang, bahkan bukan aset," tambahnya.

Simak Video "Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)

Let's block ads! (Why?)



"harga" - Google Berita
February 19, 2021 at 07:15PM
https://ift.tt/3pvmqcg

Harga Bitcoin Meroket Terus, Ada Ramalan Seram di Baliknya - detikFinance
"harga" - Google Berita
https://ift.tt/2JQM9Kf
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Harga Bitcoin Meroket Terus, Ada Ramalan Seram di Baliknya - detikFinance"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.